Kaum Milenial Serukan Pemilu Damai dan Menolak Golput

IMG_20190416_141055-1152x648-576x324
JurnalNusantara.com – Puluhan pemuda mewakili kaum milenial yang tergabung dalam Solidaritas Milenial Indonesia (SMI) menggelar Deklarasi Pemilu Damai dan Menolak Golput, Selasa (16/4/2019) di kantor SMI, Salemba, Jakarta Pusat. Meskipun pemilu serentak akan dilaksanakan esok hari Rabu, 17 April 2019, namun semangat kaum Milenial tak pernah surut untuk mengajak rakyat Indonesia melaksanakan pemilu damai tanpa golput.

Abdul Wahid, Koordinator SMI mengatakan, momentum pemilu merupakan kesempatan penting bagi rakyat Indonesia untuk memilih dan menentukan pemimpin yang dianggap mampu dan bertanggungjawab dalam mengemban tugas besar dan mulia. Menjadikan bangsa dan negara Indonesia semakin maju dan sejahtera adalah harapan dan kehendak kita bersama sesuai cita-cita para pendiri bangsa ini.

“Generasi milenial punya andil dan tugas besar untuk menentukan masa depan bangsa ini dengan cara gunakan hak pilih kita secara baik dan tepat sebab harapan dan cita-cita bangsa Indonesia ada di tangan kita. Oleh karenanya, mari gunakan hak politik-kita besok, 17 April 2019 untuk Indonesia yang lebih baik, maju dan sejahtera. Jangan sampai golput karena hanya merugikan kita dan bangsa ini secara keseluruhan,” ujar Abdul Wahid.

Apapun alasannya, tambah Abdul Wahid, kebersamaan dan kerukunan tidak bisa dipertaruhkan, apalagi dikorbankan. Perbedaan pilihan politik merupakan hal biasa, namun jangan sampai memicu permusuhan atau mengganggu dan merusak nilai-nilai persaudaraan dan persatuan se-bangsa dan se tanah air Indonesia. Kedewasaan berpolitik harus dimulai dari kita sebagai generasi milenial.

“Walaupun berbeda pilihan politik, kami siap dan juga mengajak semuanya tetap mengutamakan persaudaraan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa. Kami juga siap ikut serta dan mengajak semua rakyat Indonesia menjadikan Pemilu 2019 sebagai Pemilu yang damai, berkualitas, beradab dan demokratis. Untuk itu kami mendesak semua pihak tidak menebar hoax, kebencian, permusuhan dan intimidasi di hari pencoblosan,” tegas Abdul Wahid. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *