HUT ke-46, HKTI Dorong Kebijakan Kesejahteraan Petani

IMG-20190428-WA0010
JurnalNusantara.com – Himpunan Kerukunan Tani lndonesia (HKTI) kembali merayakan ulang tahunnya yang ke-46 tahun, Sabtu (27/4/2019) di Ballrom Whiz Hotel kelapa gading, Jakarta Utara. Sejak kelahirannya pada 27 April 1973, HUT kali ini dihadiri 1000 peserta terdiri dari anggota dan pengurus HKTI daerah.

Dewan Pembina Himpunan Kerukunan Tani Indonesia yang juga Ketua Badan Pertimbangan (BPO) HKTl, Osman Sapta Odang (OSO) meminta masyarakat Indonesia, khususnya kaum milenial untuk tidak merasa minder menjadi petani. Pasalnya, petani adalah sokoguru bangsa dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Untuk itu, OSO menegaskan HKTI juga harus mendorong berbagai kebijakan yang meningkatkan kesejahteraan petani.

“Saat ini sudah semakin banyak angota masyarakat termasuk generasi muda yang tertarik untuk terjun ke sektor pertanian agrabisnis. Acara tasyakuran perayaan HUT juga sebagai bentuk silaturahmi antar para anggota dan pengurus daerah sekaligus untuk menyukuri berhasilnya HKTl sebagai organisasi yang eksis hingga saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum HKTI Moeldoko menyampaikan beberapa hal solusi dalam Memakmurkan Petani. Sebagai bridging institution, tujuan utamanya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan pertanian Indonesia. Menurutnya, ada lima persoalan pertanian yang harus HKTI carikan solusinya. Pertama, pemilikan lahan petani yang rata-rata hanya 0,2 hektare dan kondisi tanah yang sudah rusak. Kedua, aspek permodalan. Ketiga, lemahnya manajemen petani. Keempat, penguasaan teknologi dan inovasi teknologi. Terakhir adalah pascapanen HKTI harus mampu memberikan solusinya.

“Kapasitas, harkat, martaba dan kesejahteraan insan tani, penduduk pedesaan serta pelaku agrobisnis lainya menghimpun insan tani dalam organisasi berdasarkan kesamaan komoditas usaha tani, mempercepat pembangunan peetanian dan menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional ketahanan pangan politik HKTI adalah membangun kedaulatan pangan, memakmurkan petani, dan menjadikan petani kaya,” kata Moeldoko

Ia pun memberikan arahan dan mengajak insan HKTI untuk mewujudkan cita-cita para pendiri, memakmurkan petani dan mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia. Moeldoko menyatakan, salah satu isu yang dibahas adalah tantangan dan peluang besar pertanian di era perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat.

Para petani dan dunia pertanian harus mampu menghadapi perkembangan zaman seperti era revolusi industri 4.0.Ada lima teknologi utama yang menopang implementasi industri 4.0, yaitu internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), human-machine interface, teknologi robotic dan sensor, serta teknologi 3D printing. Semua itu akan mendorong kegiatan pertanian berlangsung sangat efisien dan efektif sehingga mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan dan berdaya saing, pemerintah telah membangun berbagai hal untuk perbaikan petani dan perbaikan harapan kedepanya indonesia jauh lebih Baik. acara terakhir potong tumpeng dan makan makan. (BARLY)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *