Masyarakat NTT Menolak Penerapan Konsep Wisata Halal

IMG_20190510_145903-1152x648-576x324
JurnalNusantara.com – Sejumlah perwakilan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan sikap menolak adanya rencana Badan Otoritas Pariwisata (BOP) untuk menjadikan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT sebagai destinasi wisata halal. Pernyataan tersebut disampaikan dalam jumpa pers, Jumat (10/5/2019) di Pulau Dua, Senayan, Jakarta.

Politisi yang juga tokoh masyarakat NTT, Melchias Markus Mekeng menyatakan, penolakan tersebut dilakukan karena konsep wisata halal yang akan diterapkan dinilai tidak memperhatikan kearifan lokal. Menurutnya, BOP tidak memahami persoalan bahkan jika diterapkan akan mematikan ekonomi masyarakat disana.

“Bagi kami wisata halal bukan sesuatu yang harus kami tolak tetapi harus bisa menyesuaikan kearifan lokal. Menurut kami destinasi wisata akan maju bukan soal halal, mereka para wisatawan ingin melihat keindahan budayanya bukan melihat sesuatu yang tidak berdasarkan kearifan lokal,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Melchias, kami menolak Labuhan Bajo dijadikan destinasi halal. Artinya biarkan berkembang sesuai aslinya sesuai dengan cara masyarakat hidup dan apa adanya, tidak dipaksakan.

“NTT itu daerah yang memiliki toleransi tinggi dan jangan sampai wisata halal ini membuat masyarakat semakin terkotak-kotak. Kami yakin NTT akan berkembang dengan destinasi aslinya. Biarkan itu berkembang sesuai aslinya dan tidak masuki oleh sebuah otoritas yang belum tentu mengerti message masyarakat disana,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Frans Teguh, MA, Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Kementerian Pariwisata RI menjelaskan, pada prinsipnya kementerian sangat mendengar dan melihat perkembangan yang terjadi atas berbagai masukan.

“Kami sepakat bahwa konsep pembangunan pariwisata selalu menghadirkan kearifan lokal. Kita akan memastikan bahwa setiap destinasi wisata memiliki keunikan dan kekhasan bahkan sensasi yang betul-betul berakar. Inilah yang menjadi modal pariwisata kita. Kami sangat memahami dan saya kira akan menjadi masukan untuk mengolah kebijakan,” pungkasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *