Akhmad Tamim Apresiasi Kehadiran Artis Senior di HUT Istri Tercinta

IMG_20190511_214231-1152x648-576x324
JurnalNusantara.com – Tak banyak dari jutaan pasang mata yang mau memberikan perhatian kepada para seniman lawas. Namun bagi sosok seperti Brigadir Jenderal TNI Akhmad Tamim, M.Si, keberadaan pekerja seni masa lalu apalagi mereka yang masih aktif berkarya menjadi kebanggaan tersendiri.

“Saya ingin memberikan apresiasi kepada para seniman ini bahwasanya meskipun mereka sudah memasuki usia senja namun masih tetap bisa berkarya. Bagi saya ini sangat langka karena mereka para pekerja seni tetap bersemangat,” ungkap Akhmad Tamim, saat dijumpai disela-sela perayaan hari ulang tahun ke-44 istri tercintanya, Imelda Y. Ratuliu Tamim, Sabtu (11/5/2019) di cafe miliknya Warung Rakyat Nusantara, Cibubur.

Sejumlah artis senior diantaranya Nia Daniaty, Paramitha Rusady, Dedi Dukun, Melshandi, Dorce Gamalama dan banyak artis lainnya turut hadir dalam perayaan HUT tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Dorce Gamalama juga meluncurkan album religi dengan melibatkan sejumlah artis muda untuk menyumbangkan lagu religi dalam satu album religi karya Dorce Gamalama.

“Kehadiran para artis senior lawas pada acara ulang tahun ini sangat surprise bagi saya. Dengan berkumpulnya para artis ini, bagi saya sangat penting untuk menjalin kebersamaan dimana setelah sekian tahun berpisah, di tempat inilah bisa merajut kembali kebersamaan,” ujarnya.
IMG_20190511_220329-1152x648-576x324
Akhmad Tamim, pria yang masih aktif berdinas di Kementerian Pertahanan ini menilai, Kesenian adalah bahasa musik yang mudah dicerna dan mudah disampaikan. Apapun yang ingin disampaikan, kalau dengan musik akan lebih mudah. Dengan keberadaan Warung Rakyat Nusantara ini, mereka para seniman berharap agar mereka diberi kesempatan.

“Saya sendiri ingin melestarikan musik-musik ini disaat sebagian banyak orang melupakannya. Para Komposer kita masa lalu memiliki kemampuan luar biasa yang sangat jarang kita jumpai seperti halnya legenda masa lalu,” imbuhnya.

Beda halnya dengan artis masa kini, menurutnya, rata-rata cepat naik dan cepat juga turun karena mereka menciptakan lagu tidak dengan selera hati melainkan dengan selera pasar sehingga ketika pasar berubah akhirnya hilang begitu saja.

“Seniman dulu, mereka menciptakan lagu dengan hati dan perasaan sehingga karya mereka bisa langgeng, kapanpun dan di manapun enak didengar,” pungkasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *