Pasca Pemilu, Sejumlah Tokoh Pererat Tali Silaturahmi

IMG-20190521-WA0002
JurnalNusantara.com – Puluhan Tokoh Kabupaten Bandung berkumpul di Mapolres Bandung dalam rangka silaturahmi Forkopimda dengan elemen masyarakat dalam rangka rekonsiliasi kebangsaan pasca pemilu 2019 khususnya di wilayah Kabupaten Bandung, Senin (20/5/2019).

Sejumlah tokoh tersebut diantaranya Ketua MUI Kabupaten Bandung, Ketua FKUB, Ketua NU, para Ketua Ormas Keagamaan, kepemudaan di Kabupaten Bandung, perwakilan partai politik, para da’i dari tingkat Kecamatan dan desa se Kabupaten Bandung, serta para perwakilan FKUB dari masing-masing agama yang ada di Kabupaten Bandung.

Silaturahmi tersebut juga dihadiri oleh Bupati Bandung, Danlanud, Dandim 0609 Kabupaten Bandung, Kejari Bandung, para keluarga almarhum penyelenggaraan pemilu yang meninggal saat melaksanakan tugas.
Diantaranya almarhum keluarga Polri dan petugas KPPS yang meninggal dunia di wilayah Kabupaten Bandung.

Para tokoh tersebut mendeklarasikan sepakat bahwa Pelaksanaan Pemilu tahun 2019 di wilayah Kabupaten Bandung telah berjalan dengan jujur, transparan, aman, damai dan teduh.

“Kita sama-sama menunggu penetapan hasil pemilu 2019 oleh KPU,” kata Ketua DPRD Kabupaten Bandung Ir. H. Anang Susanto, M.Si.

Dalam deklarasinya, Anang menegaskan, tidak akan terprovokasi oleh berita bohong atau hoax dan isu people power. “Kita harus bersama-sama menjaga situasi yang aman, damai, sejuk dan teduh pasca pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Di tempat sama, Ketua MUI Kabupaten Bandung K.H .Drs Hasuna Hudaya mengatakan, berbeda pendapat boleh, ikhtilap boleh, namun bertengkar jangan,

“Dalam perbedaan adanya rahmat Allah SWT, dengan berwarna warna menjadi indah. Tapi tetap bersatu, dirinya mengajak kepada seluruh komponen dari tingkat kecamatan dan desa untuk sama-sama meredam, mengkondusifkan masyarakat kembali. Jangan terprovokasi, melanggar konstitusi dan melanggar agama,” kata Drs. Hasuna.

Ia mengatakan, selamat itu damai, agama Islam dalam alquran sendiri menyebutkan, jauhi buruk sangka, mencari cari kesalahan orang lain, saling membenci, menghimbau buka mata, buka telinga dan waspada.

“Masyarakat Kabupaten Bandung jangan ikut-ikutan, sampaikan ke masyarakat jangan ikut ikutan. Itu ada aturan yang jelas, jangan mudah emosi, redam emosi karena salah satu puasa meredam amarah dan sama-sama mengendalikan diri,” tandasnya. (Red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *