TPKR Gelar Diskusi Sikapi Kerusuhan 22 Mei

IMG-20190603-WA0021
JurnalNusantara.com – Aksi kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 lalu, yang diawali dengan aksi damai di depan Gedung Bawaslu JL. MH. Thamrin Jakarta, masih menyisakan masalah. Oleh karena itulah Para Advokat dan Para Aktivis Senior membentuk dan melaunching Tim Pembela Kedaulatan Rakyat (TPKR) yang dihadiri oleh penggagas TPKR, Ahmad Yani, SH yang juga menjabat sebagai Ketua TPKR dan Teuku Syahrul Ansari, SH, sebagai Wakil Ketua TPKR dan Andrianto, Tim TPKR yang juga hadir dalam acara Jumpa Pers Launching TPKR dan Diskusi dengan Tema “Ham, Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat” di Jakarta, Sabtu (1/6/2019).

Dalam jumpa pers, Ketua TPKR, Ahmad Yani,SH menyatakan bahwa TPKR lahir untuk tegaknya hukum dan HAM, kedaulatan dan keadilan atas para korban petugas KPPS saat Pemilu Serentak 17 April 2019 dan peristiwa kerusuhan tanggal 21-22 Mei 2019 yang diawali aksi demo pendukung 02 di depan Gedung Bawaslu Jakarta Pusat.

Sementara itu, Wakil Ketua TPKR, Teuku Syahrul Ansari yang juga hadir dikesempatan yang sama menjelaskan bahwa Tim Pembela Kedaulatan Rakyat (TPKR) terdiri dari 4 divisi yaitu advokasi, mediasi, investigasi, jaringan dan dokumentasi.

Sedangkan menurut Andrianto, salah satu anggota dari TPKR menyatakan bahwa cikal bakal TPKR lahir dari rasa keprihatinan dan tidak mentolerir tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh aparat terhadap kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

Tim Pembela Kedaulatan Rakyat (TPKR) berkantor di Jl. Jaksa No.7 C Jakarta. Usai berbuka puasa, acara kembali dilanjutkan dengan diskusi TPKR, Ham, Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat. Yang dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya, Dr. Margarito Kamis, Pakar Hukum Tata Negara dan Natalius Pigai, mantan Komisioner Komnas HAM. (Red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *