Suara Komponen Bangsa Ajak Semua Pihak Perkuat Persatuan dan Kesatuan

PhotoPictureResizer_190611_225641636_crop_922x648-461x324
JurnalNusantara.com – Menyikapi kondisi bangsa Indonesia saat ini terkait dengan perekonomian dan stabilitas keamanan khususnya pasca pemilu 2019, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Suara Komponen Bangsa mengingatkan kepada semua anak bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengutamakan kepentingan Nasional (National Interest).

Terkait dengan perekonomian, Edysa Girsang, koordinator Suara Komponen Bangsa mengingatkan kepada dunia internasional agar jangan mengintervensi secara ekonomi sehingga mempengaruhi urusan perpolitikan dan perundangan dalam negeri Indonesia. Menurutnya, kondisi Ekonomi Indonesia yang kian memburuk saat ini terlihat dari fakta Neraca perdagangan Indonesia pada April 2019 mengalami deflsit USS 2,5 miliar atau setara dengan Rp 36 triliun.

“Kami menolak intervensi ekonomi asing yg membuat kedaulatan Indonesia menjadi lemah. Kita harus benar-benar menjaga kedaulatan rakyat,” ujar Edysa Girsang dalam jumpa pers, Selasa (11/6/2019) di Menteng, Jakarta Pusat.

Sementara itu, terkait peristiwa yang terjadi sepanjang pemilu 2019, Edysa Girsang mengaku prihatin karena bukan hanya biaya yang tinggi dan eksperimen yang luar biasa juga menyebabkan banyaknya anggota KPPS yang meninggal hingga mencapai 700-an orang bahkan ribuan yang harus dirawat di RS. Ia menilai, tidak hadirnya negara dalam tragedi kemanusian 21-22 Mei 2019 di Bawaslu RI dan telah mengabaikan Konstitusi UUD 1945 terkait hak asasi manusia.

“Dalam rangka menuntaskan perkara pemilu 2019, kami mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama membongkar kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 di Jakarta,” pungkasnya. (red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *