Darul Hijrah, Pilot Project Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Berbasis Lingkungan

IMG-20190622-WA0098
JurnalNusantara.com – Kantor Kementerian Agama Wilayah Kalimantan Selatan hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 bertempat di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan, mengadakan Penandatanganan MoU dengan Dinas Koperasi UKM dan Dinas Tenaga Kerja dn Transmigrasi Propinsi Kalimantan Selatan.

“Penandatangan MoU ini merupakan komitmen Kementerian Agama Wilayah Kalimantan Selatan dalam upaya memberdayakan ekonomi pondok pesantren berbasis lingkungan,” kata Hj Halimatusa’diah dalam sambutan pembukaan.

Bu Hajah Atus begitu sapaan akrabnya juga menyampaikan, saat ini di Kalimantan Selatan ada 238 pondok pesantren, baik yang salafi maupun modern. Dari jumlah tersebut yang memenuhi kriterian untuk diberdayakan ekonominya dengan berbasis lingkungan ada 40 pondok pesantren.

“Sebagai tuan rumah, pengasuh pondok pesantren Darul Hijrah KH Zarkasi Hasbi Lc menyambut baik kegiatan tersebut dan siap menjadi pilot projek pemberdayaan ekonomi pesantren berbasis lingkungan.
“Saat ini Pondok Pesantren Darul Hijrah mempunyai 13 unit usaha yang dijalankan oleh ustadz dan alumni yang ingin mengabdi di pondok. Pondok Darul Hijrah siap menjadi pilot projek dan siap membantu pondok pondok lainnya untuk tumbuh berkembang, karena dengan kebersamaan kita akan menjadi kuat,” kata Kyai Zarkasi

Dalam acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kota se-Kalimantan Selatan, pimpinan pondok pesantren yang mempunyai unit usaha. Hadir juga Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dr H Herawanto, MBA dan Sekretaris IPI DPW Kalimantan Selatan Ust Edy Setyo Utomo,SE,MH.

“Bank Indonesia mengapresiasi adanya MoU ini karena pemberdayaan ekonomi pesantren termasuk salah satu tugas Bank Indonesia. Dengan sinergi semua komponen, insyaallah tujuan ini bisa terealisasi,” kata Pak Herawanto dalam sambutannya.

Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan Drs H Nor Fahmi, MM menyampaikan MoU ini merupakan Sinergi dengan stake holder lainnya untuk memberdayakan ekonomi pondok pesantren. Semoga MoU ini tidak hanya sebatas seremonial belaka, tetapi ditindak lanjuti dengan program program nyata, sehingga dirasakan manfaatnya oleh pondok pesantren,” kata H Nor Fahmi. (Red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *