Pemerintah Mengapresiasi Digelarnya Dexa Award Science Scholarship 2019

IMG_20190627_131101-1152x648-576x324
JurnalNusantara.com – Sebagai bentuk kontribusi terhadap dunia pendidikan, DexaMedica Group untuk kedua kalinya menggelar Dexa Award Science Scholarship 2019. Raymond Chandrawinata, Ketua Panitia Dexa Award Science Scholarship 2019 mengatakan, award yang sudah dimulai tahun lalu tersebut semakin meningkat. Untuk tahun 2019 ini, sebanyak 1664 pendaftar, 413 proposal dan 349 kampus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 finalis akan diundang ke Jakarta dan akan ditentukan 3 pemenang.

“Kami berdedikasi bukan hanya soal obat tetapi kami juga ingin berdedikasi dalam bidang pendidikan untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujar Raymond, dalam acara penganugerahan beasiswa dan dana riset DASS 2019, Kamis (27/6/2019) Gedung Titan Center, Bintaro Jaya Sektor 7, Tangerang Selatan.

CEO Dexa Group, Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., MBA mengungkapkan, tantangan yang dihadapi DexaMedica dari tahun ke tahun adalah membangun daya saing. Kegiatan distribusi Dexa semakin diakui terutama untuk penyediaan obat JKN bahkan produk Dexa dipercaya di mancanegara.

“Inilah yang menjadi bukti bagi kami dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing. Kuncinya adalah kemauan agar mampu bersaing. Investasi untuk membangun sistem tidaklah mudah, namun kami percaya dan berkeyakinan untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Ferry.

Dexa, tambah Ferry, selalu melakukan riset dengan tujuan menggunakan sebanyak mungkin bahan alam yang bukan jamu (Fitofharmaca) dari Indonesia yang juga akan memberikan dampak domino bagi petani di Indonesia. Satu persatu produk bahan alam di Indonesia juga bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah Indonesia.

“Memang jumlah riset banyak di Indonesia, namun yang perlu dilakukan adalah kolaborasi agar terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi III bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden (KSP), Denni Puspa Purbasari, Ph.D mengatakan, persoalan dan tantangan kesehatan di Indonesia yang perlu dijawab salah satunya adalah oleh DexaMedica selain butuh banyak lagi pemikir negarawan.

“Ini merupakan tanggungjawab para intelektual. Beberapa proses yang harus dilalui diantaranya banyak membaca dan mendengar, diskusi dan berdebat serta mengumpulkan data. Ini baru mindmap situasi, belum masuk kepada solusi teknis dan implementasi dari solusi,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti RI, Prof. Ali Ghufron Mukti yang diwakili oleh Bunyamin Mahtub menyampaikan apresiasi terhadap Dexa group dalam memberikan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Dexa yang telah memberikan award untuk beasiswa. Pemberian beasiswa ini sangat penting untuk membantu mahasiswa. Kami mengucapkan terimakasih,” pungkasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *