Terdampak Proyek PLTU, Perwakilan Masyarakat Gorontalo Gelar Aksi Demo Tuntut Ganti Rugi

IMG_20190711_131700-1152x648-576x324
JurnalNusantara.com – Puluhan massa dari Barigade Gerakan Pemuda Islam (GPI), Forum Umat Islam Bersatu, Forum Mahasiswa Adat Buru Jakarta (Format Buru Jakarta) dan Forum Mahasiswa Adat SBT menggelar aksi di depan kantor GLP, Kamis (11/7/2019) di kawasan SCBD Jakarta. Dalam aksinya, massa menuntut ganti rugi tanah miliknya yang belum diselesaikan akibat proyek PLTU.

M. Frans, koordinator aksi lapangan mengatakan, pembangunan Mega Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×50 megawatt (mw) di Gorontalo Utara yang dikelola oleh perusahaan PT GLP diduga masih menyisakan masalah yaitu belum adanya ganti rugi tanah rakyat yang sampai dengan saat ini belum juga terselesaikan. Selain itu, masuknya TKA China sebagai buruh kasar telah menggeser tenaga kerja pribumi.

“Semestinya, pembangunan mega proyek tersebut membawa manfaat dan kemaslahatan untuk masyarakat Gorontalo Utara dan bangsa Indonesia, bukan dengan cara memasukan TKA China untuk menggantikan tenaga kerja pribumi. Selain itu, rakyat sebagai pemilik lahan yang selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil perkebunan kelapa, terpaksa harus gigit jari,” ujar M. Frans.

Oleh karena itu, lanjut M. Frans, kami meminta agar PT GLP dan PT TBS segera mengganti rugi tanah rakyat Gorontalo Utara yang telah dibangun. Kami juga meminta agar segera memulangkan para TKA yang bekerja sebagai buruh kasar di proyek PLTU Tanjung Karang dan mengganti dengan tenaga kerja rakyat Gorontalo Utara (Pribumi).

Sementara itu, Rahmat Himran, salah seorang perwakilan aksi yang diperkenankan menemui pihak perusahaan mengatakan, pihak perusahaan berjanji dan segera akan menyelesaikan persoalan tersebut. Namun untuk penyelesaiannya, pihak perusahaan meminta untuk menghadirkan kuasa hukum, keluarga korban, dan pihak masyarakat yang mengawal persoalan tersebut.

“Pihak perusahaan akan segera menyelesaikan masalah ini dan meminta para pihak terkait hadir dalam pertemuan nanti,” pungkasnya. (red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *