JPPR Memandang Pencopotan Dua Komisioner KPU Bukti Kinerjanya Melenceng

IMG-20190712-WA0034
JurnalNusantara.com – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) berpandangan, putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mencopot dua komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari jabatannya, membuktikan kerja KPU melenceng dari kode etik dan perundang-undangan.

Karena itu, pascaputusan DKPP ini KPU harus bekerja lebih profesional. “Putusan DKPP tersebut dimaknai sebagai nilai etik yang harus di pegang oleh penyelenggara pemilu, sebagia lembaga yang independen KPU mestinya menjga kerja kolektif kolegial,” kata Manajer Pengawasan JPPR, Alwan Ola Riantoby saat dihubungi wartawan, Jumat (12/7/2019).

Alwan melihat, di tengah lemahnya kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu, KPU semestinya bisa menjalankan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dengan lebih profesional.

Menurutnya, putusan DKPP tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua jajaran KPU sampai ke tingkat bawah agar bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standar etik.

“Putusan DKPP tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua jajaran KPU di tingkat bawah agar kerja-kerja KPU selain berlandaskan pada aturan perundangan-undangan tapi, ada standar etik yang harus di pegang sebagai pedoman,” ujar Alwan.

Karena itu, Alwan menambahkan, pihaknya ingin putusan DKPP tidak hanya dimaknai dan dijalankan sebagai formalitas semata. Harus ada perbaikan dari kinerja KPU ke depan.

“Kami berharap putusan DKPP tidak hanya diterima dan jalankan secara formalitas belaka tapi dimaknai sebagai sanksi moral sebagai pejabat publik,” katanya.(SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *