Haidar: Pencegahan Radikalisme Harus Menjadi Program Pemerintah

IMG_20190717_153949-1152x648-460x259
JurnalNusantara.com – Kecintaan terhadap Bhinneka tunggal Ika, Pancasila dan NKRI seharusnya digaungkan terhadap seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut disampaikan Pembina Gerakan Anti Radikalisme sekaligus Pembina Aliansi Relawan Jokowi (ARJ), Haidar Alwi, dalam diskusi publik bertema Ancaman Radikalisme Bagi Keutuhan NKRI, Rabu (17/7/2019) di gedung Joeang, Jakarta Pusat.

“Apa yang ditunjukkan oleh Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat juga menjadi cermin bagi rakyat Indonesia dalam mencintai bangsa dan negaranya,” ujarnya.

Jumlah Radikalisme yang kian bertambah dari waktu ke waktu menimbulkan kekhawatiran, apalagi adanya penolakan terhadap paham-paham Pancasila. Oleh karenanya diperlukan edukasi dan kajian rutin yang perlu dilakukan bersama.

“Kami nanti mungkin di Bandung dan seluruh kota di Indonesia lainnya akan melakukan edukasi kepada masyarakat bahwasannya bahaya radikalisme bukan main-main. Bahaya radikalisme tidak bisa dianggap enteng, oleh karena itu bahaya radikalisme harus masuk ke dalam satu program pemerintah sehingga radikalisme di Indonesia betul-betul diatasi,” jelas Haidar.

Manusia yang merupakan ciptaan Allah, oleh karenanya kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang berasal dari Allah. Kita tentunya tidak ingin kembali kepada Allah dengan siksaan, namun ingin kembali dengan ridho-Nya.

Dalam kesempatan tersebut, Ray Rangkuti, pengamat politik berpendapat, target utama dalam radikalisme juga sebenarnya kekuasaan atau kekuasaan politik. Mereka berjuang melalui mekanisme pemilu. Dangkalnya pemahaman terhadap agama tanpa memahami kompleksitas juga menjadi salah satu penyebabnya.

“Memahami kompleksitas inilah menurut saya amat penting karena bagian dari ajaran agama,” ujarnya. (red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *