Sinergi Google.org dan Konsorsium Cameo Project Kunjungi Kota Pontianak Dalam Sinergi Positif Konsep Inspire Project

IMG-20190815-WA0016
JurnalNusantara.com – Sinergi positif dari Konsorsium 5 institusi Cameo Project, Maarif Institute, Love Frankie, Peace Generation dan Yayasan Ruang Guru berkolaborasi dengan Google.org yang melahirkan sebuah konsep Project dengan nama INSPIRE (Indonesia Spirit Rejuvenation) kembali menggelar Roadshow Creatormuda Academy di Wilayah Pontianak, Kalimantan Barat.

Konsep INSPIRE PROJECT ini sendiri merupakan sebuah visioner kreatif yang dibentuk oleh para kreator yang berkeinginan untuk mengajarkan anak bangsa bagaimana pintar dan cerdas berinteraksi di dunia internet. Hal ini tercetus ketika melihat adanya fenomena yang berkembang dengan intensitas lebih dari 50% Masyarakat Indonesia belum bisa membedakan mana berita, hoax maupun real.

Menurut penelitian, Indonesia berada di urutan ke-60 dari 61 negara perihal literasi media ditambah lagi menurut survey Edelman trust Brometer 2018, 63% Masyarakat indonesia yang disurvey tidak bisa membedakan yang mana berita jurnalisme, opini atau hoax, dan 59% diantaranya tidak mengetahui mana media terpercaya (credible) dan tidak kredibel. Menurut data saat ini ada 43.000 platform berita online dan hanya ada 200 yang terverifikasi oleh Dewan Pers Indonesia, dan hoax tentunya disebarkan paling banyak melalui social media (internet). Hal ini menjadi masalah besar untuk kita yang hidup di era serba digital ini. Melihat 10 tahun ke depan Indonesia akan memasuki masa keemasan dimana angka usia produktif akan lebih besar dibanding tahun yang sebelumnya. Dan, kondisi ini hanya terjadi satu kali dalam sebuah sejarah Negara.

Berdasarkan hal ini Pelajar sebagai generasi penerus bangsa perlu dibekali dengan sebuah wadah kreatif dalam bentuk Creatormuda Academy yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan menjadi filter dalam menghindari konten negatif yang tengah marak berkembang. Edukasi kreatif dengan pemaparan yang sesuai dengan segmen anak muda dijabarkan dalam sebuah portal komunikasi yang mudah dipahami. Pemikiran kritis dengan menanamkan nilai-nilai toleransi akan ditanamkan pada generasi pelajar agar senantiasa siap menghadapi era globalisasi yang serba digital.

Acara diselenggarakan pada tanggal 15-16 Agustus 2019 di Hotel Neo Gajah Mada dengan jumlah Peserta Booth Camp 50 orang dan Mading Talks 155 orang, dihadiri oleh Oktora Irahadi (Marketing Director – Cameo Project), Yosi Mokalu (Director – Cameo Project), Andri Ganda (Director – Cameo Project),Khelmy Pribadi (Program Director – Ma’arif Institute), David Krisna Alka (Maarif Institute) dan Juang Muhamad Nugraha (Siberkreasi). Pontianak sebagai kota ke-7 dari 10 kota yang disinggahi program Creatormuda Academy ini mendapat respon positif dari Pelajar di kota ini terlihat dari banyak pendaftar yang turut serta dalam acara ini.

“Dalam pelatihan creatormuda academy , Pelajar tidak hanya dilatih untuk memproduksi konten kreatif namun juga belajar mengenai konten positif yang sarat nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan. Ini sangatlah penting bagi masa depan Pelajar Indonesia ke depannya. Diharapkan konten karya pelajar ini tak hanya keren namun juga positive dan menginspirasi.” tutur Khelmy K. Pribadi, Direktur Program MAARIF Institute dalam sebuah wawancara.

Menurutnya, Creatormuda Academy merupakan ruang kreatif pelajar untuk memenuhi dunai internenet dengan konten positif. Wadah ini merupakan inisiatif public untuk melawan narasi-narasi kebencian bahkan yang mengarah pada narasi kekerasan ekstrimisme melalui karya kreatifitas positif pelajar dalam bentuk artikel, video, foto, design yang dunggah ke madingsekolah.id.

“Creatormuda Academy yang merupakan kolaborasi antar berbagai institusi dan google.org ini akan menjadi panggung kreatif bagi para pelajar untuk mengaktualisasi diri. Pelajar diharapkan dapat mengadaptasi penggunaan teknologi secara positif dan bisa melakukan filter terhadap hal negative. ‘Yuk Cerdas Berinternet’ merupakan kurikulum online yang akan mengarahkan para pelajar dan guru untuk lebih cerdas dalam penggunaan teknologi. Adapun literasi digital ini membutuhkan sebuah pemahaman yang mengedukasi dari pihak Guru dan kemampuan dari Murid untuk dapat menyerap penjelasan secara maksimal.” ujar Oktora Irahadi jelang keberangkatannya menuju kota Pontianak.

Selain itu ada sebuah kompetisi #MerdekaBikinKonten yang akan berlangsung mulai 12-26 Agustus untuk para pelajar dan pemenangnya akan diumumkan pada 30 Agustus 2019. Mekanisme registrasi dan informasi lebih lanjut mengenai madingsekolah.id dapat diakses di website www.madingsekolah.id, Instagram: @madingsekolah.id. (red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *