ESID Berkomitmen Membangun Ekosistem eSport Indonesia

PhotoPictureResizer_190816_144920078_crop_856x648
JurnalNusantara.com – Mengingat besarnya potensi di bidang eSports khususnya bagi generasi milenial, PT Electronic Sports Indonesia (ESID) berkomitmen untuk membantu Pemerintah dalam mendorong eSports melalui penyelenggaraan The International 9th dI Gamers Land Party (GLP) 2019 pada 24-25 Agustus 2019 di Jatim Expo Surabaya.

ESID adalah organisasi eSport karya anak bangsa yang didirikan oleh sekelompok individu yang memiliki semangat untuk berbagi tujuan bersama mengangkat dunia eSports di negara ini. ESID memiliki visi untuk mempersatukan peningkatan Olahraga Elektronik Indonesia dengan menembus batas serta membantu memperkuat impian para pemain e-game di Indonesia.

“Sebanyak 57 persen peminatnya ada di Asia Pasifik termasuk Indonesia dengan nilai transaksi di Indonesia sebesar Rp.9-11 triliun. Mengingat besarnya peminat eSport, kami siap melatih anak muda Indonesia untuk menjadi atlet eSport profesional dengan cara membuka Iembaga pengkaderan para gamers yang bertujuan untuk mendidik calon atlet eSport di Indonesia,” ujar Direktur Operasional PT ESID, Victorinus Tanjaya, Jumat (15/8/2019), di Jakarta.

Christian Suryadi, Direktur Pengembangan Bisnis PT ESID menilai, pada umumnya seseorang akan bermain game pada usia 16-21 tahun, setelah itu berakhir. Namun, melalui Iembaga pengkaderan yang telah disiapkan ESID, karir gamer seseorang tidak akan berakhir karena para gamer bisa jadi pelatih hingga komentator di setiap pertandingan eSport.

“Nantinya, kami juga akan membuka Iembaga pengkaderan gamers semacam pendidikan atlet agar memiliki kesiapan untuk jadi atlet eSport handal dan profesional,” tutur Christian Suryadi.

Menurut Christian, event GLP 2019, akan menjadi pintu masuk bagi ESID untuk menciptakan ekosistem eSport di Tanah Air. Dia juga mengungkapkan GLP 2019 merupakan wadah berkumpulnya para gamer dari berbagai platform sekaligus untuk menunjukkan bahwa eSport adalah salah satu industri baru yang akan berkembang pesat baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

“Ajang ini kami hadirkan untuk memberikan wadah bagi para penggemar gim dan eSport di Tanah Air. Kami berupaya untuk membangun ekosistem digital entertainment lifestyle bagi masyarakat di Indonesia,“ katanya.

Berdasarkan laporan Newzoo, Indonesia menjadi salah satu pasar video game terbesar di Asia Pasifik dengan angka mencapai US$941 juta atau sekitar Rp13 triliun.

Christian melanjutkan bahwa GLP 2019 ini menggunakan internet 1 gbps yang didukung oleh CBN dan rencananya akan diikuti lebih dari 10.000 pengunjung dan menjadikan ajang ini sebagai kopi darat (kopdar) komunitas game terbesar di Indonesia.

“Kami ingin para gamer di Indonesia bisa saling berinteraksi dan berbagi pengetahuan serta pengalaman mereka tentang eSports,” pungkasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *