Nasdem Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi Mencerminkan Semangat Restorasi

IMG-20190816-WA0032
JurnalNusantara.com – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan seluruh anggota DPR RI Fraksi NasDem menghadiri pidato kenegaraan Presiden 2019 di kompleks MPR/DPR Jakarta, Jumat (16/8/2019). Dalam kesempatan tersebut, Surya Paloh menyampaikan apresiasi terhadap materi pidato yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato tahunan di depan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan pidato kenegaraan di depan sidang bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Para pimpinan negeri ini harus berkomitmen seperti dalam pidato Bapak Presiden Jokowi, bahwa pembangunan yang kita lakukan harus terus Indonesia sentris yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara. Partai NasDem dengan semangat restorasi memberikan komitmen secara penuh atas hal itu. Dalam pidato kali ini, kami melihat bahwa Presiden Jokowi betul-betul menyerapi gagasan Restorasi Indonesia yang diusung oleh Partai NasDem,” ungkap Surya Paloh di hadapan para awak media.

Surya Paloh juga menyampaikan optimisme dan kerja keras yang dilakukan pemerintah saat ini dan ke depannya telah memiliki sasaran-sasaran visioner, yang diarahkan sebagai lompatan kemajuan bagi generasi yang akan datang.
“Peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 saat ini sudah sangat tepat, SDM Unggul Indonesia Maju! Sudah banyak yang dicapai negeri ini dalam lima tahun terakhir melalui pembangunan infrastruktur. Kini, saatnya membangun manusianya. Supaya apa? Supaya dapat mengisi pembangunan dengan lebih tinggi lagi,” tegasnya.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM), yang siap menghadapi berbagai perubahan. Untuk itu, Presiden meminta agar segenap komponen bangsa Indonesia memiliki kewaspadaan. “Indonesia tidak takut terhadap keterbukaan. Kita hadapi keterbukaan dengan kewaspadaan,” kata Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi juga menyebutkan bahwa kewaspadaan berkaitan dengan kesigapan dalam menghadapi ketidakpastian. Ini adalah dinamika yang dihadapi tidak hanya oleh Indonesia, melainkan juga oleh seluruh negara di dunia.
Beberapa kondisi dinamis dan lingkungan strategis yang dihadapi Indonesia yang disebutkan Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya, meliputi kemudahan arus informasi; ideologi yang mengancam Pancasila; disrupsi teknologi; dan persaingan global yang semakin ketat.

“Kemudahan arus komunikasi dan interaksi juga membawa ancaman: ancaman terhadap ideologi kita Pancasila, ancaman terhadap adab sopan santun kita, ancaman terhadap tradisi dan seni budaya kita, serta ancaman terhadap warisan kearifan lokal bangsa kita,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Fraksi Partai NasDem, Ahmad HM Ali menyampaikan bahwa visi pembangunan SDM yang disampaikan Presiden Jokowi sebagai sebuah mandat pimpinan negara.
“Kita harus menangkap pesan Presiden sebagai mandat. Pak Presiden juga menyampaikan bahwa memang Indonesia membutuhkan terobosan-terobosan jalan pintas yang cerdik yang mudah dan cepat untuk merealisasikan hal itu,” ungkapnya.

Jika mengikuti isi pidato Pak Presiden, lanjut Ahmad Ali, SDM unggul itu adalah SDM yang tidak hanya maju dalam pemikiran dan memiliki keterampilan yang sesuai, tetapi juga SDM yang berhati Indonesia, berideologi Pancasila.
“Saya optimistis program pemerintah dalam pembangunan SDM akan sesuai dengan karakter bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *