Ingin Memajukan Sepakbola Indonesia, Pasangan Iwan Bule dan Cucu Sumantri Incar Kursi PSSI

PhotoPictureResizer_190822_075032953_crop_752x540
JurnalNusantara.com – Perebutan kursi Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) semakin terasa seiring dengan berakhirnya masa jabatan Ketua Umum PSSI sebelumnya yang berakhir pada 2020 mendatang. Salah satu pasangan yang mulai mengemuka adalah Bakal Calon Ketua Umum PSSI, Komisaris Jenderal Polisi Mochamad Iriawan (Iwan Bule), yang didampingi Mayor Jenderal TNI Cucu Somantri, S.Sos. sebagai Bakal Calon Wakil Ketua Umum PSSI periode 2020-2024 mendatang.

Dalam paparannya, Iwan Bule menjelaskan, ada tujuh misi yang akan diembannya yaitu Menjadikan Timnas Indonesia juara di tingkat Asia Tenggara dan Asia, memastikan Indonesia mendapatkan satu tiket ke Piala Dunia, melakukan modernisasi Program melalui pengelolaan Liga secara profesional, melakukan pembinaan dari usia dini hingga profesional, Meningkatkan added value federasi melalui pengelolaan bisnis yang efektif dan menguntungkan, Membangun dan mengelola big data pemain dan pemain serta wasit hingga fans berbasis digital, Membangun dan mengelola home base PSSI beserta sarana pendukungnya.

“Kita ingin sepakbola Indonesia dapat berkibar di kancah Internasional. Saya ingin mengembalikan apa yang telah negara berikan kepada saya melalui sepakbola,” ujar Iwan Bule dalam acara “Ngobrol Bareng Bang Iwan Bule”, Rabu (21/8/2019) di Paparonz Pizza TVRI.

Lebih jauh Iwan Bule menjelaskan, beberapa permasalahan seringkali terjadi di PSSI seperti permasalahan jadwal pertandingan yang seharusnya ditentukan jauh-jauh hari sebelum pertandingan dimulai. Hal lain yang perlu dilakukan adalah adanya pembinaan secara khusus bagi para suporter.

Sementara itu, Cucu Sumantri berpandangan bahwa sepakbola merupakan alat persatuan yang jika dikelola dengan baik akan menjadi hiburan yang luar biasa bagi rakyat Indonesia. Dengan demikian jangan sampai sepakbola kita mengecewakan rakyat Indonesia karena rakyat menginginkan sepakbola kita berprestasi juga. Oleh karena itu diperlukan pembinaan usia dini agar dapat berprestasi dimasa yang akan datang.

“Pembinaan usia dini ini sangat penting. Tanpa pembinaan usia dini, hanya melakukan instan saja misalnya naturalisasi maka sepakbola kita tidak akan maju-maju,” ungkapnya.

Menurutnya, jika PSSI menemukan banyak pemain usia dini yang bertalenta luar biasa, maka seharusnya PSSI berkewajiban mendanainya mengingat PSSI merupakan organisasi yang non komersil yang wajib melakukan pembinaan.

“Insya Allah jika saya bersama pak Iwan maju, kita akan betul-betul membina dan transparan. Kita akan langsung turun ke daerah-daerah untuk memastikan anak-anak berprestasi,” pungkasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *