Latih UMKM Pangandaran, BAKTI Kominfo dan DPR Dorong Produk Lokal Kalahkan Impor di Marketplace

IMG-20190827-WA0024
JurnalNusantara.com – Puluhan pelaku UMKM terlihat antusias memadati aula Hotel Krisna Beach Pangandaran, pada Selasa (20/8) kemarin. Mereka adalah para peserta pelatihan pemasaran online bertajuk ‘Jabar Siap Digital’ yang diselenggarakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kemenkominfo RI dan Komisi I DPR-RI. Selama 3 hari, para peserta dibekali wawasan, keterampilan serta tips sukses berjualan online melalui berbagai platform, seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee dan Lazada untuk mendongkrak pemasaran mereka.

Pada pembukaan acara pelatihan ini hadir Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha BAKTI Kemenkominfo, Dhia Anugrah Febriansa. Selain itu turut hadir pula Anggota Komisi I DPR-RI periode 2014/2019, Budi Youyastri.

Dalam sambutannya, Dhia menyampaikan bahwa BAKTI sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menjalankan pemerataan infrastruktur telekomunikasi mendorong masyarakat untuk dapat memanfaatkan Internet dalam mengembangkan wirausaha digital. Ia berpesan, agar peserta dapat mengembangkan pemasaran produk unggulan lokal Pangandaran di pasar nasional agar dapat bersaing dengan arus barang impor dari luar negeri.

Di sesi selanjutnya, Budi mengungkapkan bahwa Pangandaran memiliki banyak produk potensial yang layak untuk dikembangkan jangkauan pemasarannya. Anggota DPR yang mewakili Dapil Jabar X (Ciamis, Kuningan, Banjar, Pangandaran) ini banyak menemukan pengusaha setempat yang sudah mulai berjualan online, meskipun hanya menggunakan medsos seperti Facebook, Instagram dan Whatsapp. Pelatihan ini, ia harapkan dapat membuka wawasan pengusaha Pangandaran tentang pemanfaatan platform marketplace untuk mengembangkan pemasaran mereka.

Ada 6 sesi materi yang diberikan kepada peserta, yaitu pengantar tentang potensi pasar online di Marketplace, cara membuat akun di marketplace, mengunggah produk, teknik fotografi produk dengan smartphone, cara melayani pesanan pelanggan dan terakhir ditutup dengan strategi promosi di marketplace. Selama tiga hari pelatihan peserta langsung menjalani praktek intensif, mulai dari membuat akun hingga mengirimkan pesanan barang kepada pelanggan.

Salah satu peserta, Agus Budianto mengaku sangat terbantu dengan mengikuti pelatihan ini. Pemilik brand jilbab sport AB46 ini mengungkapkan dirinya mendapatkan wawasan baru seputar pemasaran di marketplace dan belajar mengenai strategi promosi produknya di marketplace. Peserta lain, Ida Rohidah mengaku mendapatkan manfaat berupa teknik komunikasi dan melayani pelanggan. Setelah pelatihan ini, pengusaha Keripik Pisang dengan merek Ceu’Idah ini berharap pemasarannya di marketplace akan semakin berkembang. (Red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *