Gerakan Transnasional Diindikasikan Lahir Dari Adanya Ketidakadilan

IMG_20190902_145641-1152x648-576x324
JurnalNusantara.com – Ketua PP Muhammadiyah, Mukayat Al Amien berpendapat, ada dua faktor penyebab tumbuh kembangnya gerakan transnasional yang harus dilawan bersama yaitu faktor nasional dan internasional. Faktor internasional disebabkan karena adanya ketidakadilan dunia internasional, sementara faktor nasional misalnya cenderung menjadikan Pancasila yang seharusnya menjadi kekuatan identitas negara namun hanya dijadikan dogma, mitos, dan simbol sehingga menimbulkan lemahnya kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Gerakan transnasional tidak hanya agama, tetapi bisa juga HAM. Apapun bentuknya jika gerakan transnasional bersinggungan dengan kepentingan nasional maka itulah titik temunya. Maka ketika kita membangun konsep berbangsa dan bernegara, kita harus ikut aturan main yang ada didalamnya.” ungkapnya dalam acara diskusi publik yang diselenggarakan oleh Civil Society Network (CSN) bertema Melawan Propaganda Arus Gerakan Transnasional-Agama, Senin (2/9/2019) di Jakarta.

Menurutnya, solusi kebangsaan penting untuk menegakan nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak adanya keserasian antara ajaran agama dengan fakta yang sesungguhnya menuntut adanya sinergi antara pemerintah dengan lembaga keagamaan.

“Banyak sekali aturan yang sudah dibuat tetapi implementasi yang sering bermasalah. Menurut saya, sebagai gerakan sosial seperti Muhammadiyah memiliki tanggungjawab mengatasinya. Dengan kata lain, peran kebangsaan harus dilakukan oleh pemerintah dan lembaga lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Al Khattat mengatakan, ideologi adalah aqidah rasional yang menghasilkan suatu sistem dan peraturan. Jadi peraturan perundangan yang ada di Indonesia misalnya, harus diturunkan dari ideologi Pancasila. “Ideologi Pancasila itu yang harus kita dalami,” singkatnya.

Nasir Abbas, mantan Jamaah Islamiyyah mengatakan kalau bicara sebuah gerakan, dipastikan adanya kelompok yang memiliki tujuan dan struktural. Berdasarkan karakteristiknya, ada 3 unsur yang harus dimiliki oleh sebuah gerakan yaitu masyarakat harus mendukung, memiliki wilayah yang harus dikuasai, dan harus memiliki kekuatan senjata.

“Mereka inilah yang saat ini dikategorikan oleh pemerintah sebagai kaum radikalisme yang menginginkan perubahan dengan cara kekerasan,” jelasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *