Milad I, Dewi: ESPAS Akan Fokus Dibidang Ekonomi dan Sosial

IMG_20190907_131819-1152x648-576x324
JurnalNusantara.com – Kreativitas yang ditunjukkan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi Emak-emak Semok Pejuang Andalan Sejati Prabowo-Sandi (ESPAS) patut diberikan apresiasi. Pasalnya, tak hanya dalam dukungan politik saja, namun kreativitas dalam bisnis pun mulai terlihat untuk menjaga eksistensi ESPAS ditengah masyarakat.

“Satu tahun kita bersama dan berjuang, banyak yang telah dikorbankan baik materi maupun non materi. Apa yang sudah diperjuangkan, saya mengucapkan terima kasih,” ujar Dewi Herawati, Ketua ESPAS dengan nada terharu, saat merayakan Milad I ESPAS, Sabtu (7/9/2019) di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ia berharap anggota ESPAS tetap solid bergerak dan tidak patah semangat dengan membuka jaringan dibidang ekonomi. Berbagai kegiatan untuk rakyat kecil sudah dilakukan ESPAS seperti memberikan pelatihan memasak, membatik, penyuluhan kesehatan, membuat sabun deterjen, dan kegiatan lainnya.

“Di dunia politik kita bisa dan solid, maka dibidang ekonomi juga kita harus bisa. Oleh karena itu, mari terus semangat dan tetap berjalan. Insya Allah kami dalam waktu dekat akan ke daerah untuk membuka jaringan ekonomi,” imbuhnya.

Dewi mengatakan, berawal dari gerakan mulut ke mulut sesama anggota ESPAS dilanjutkan dengan pembuktian dan menjalin komunikasi serta kekeluargaan. Dengan niat yang tulus untuk mengabdi kepada negara, membela kedaulatan rakyat, dan mencintai NKRI, maka emak-emak harus berani dan mampu bergerak disemua bidang. Alhasil, saat emak-emak mulai bergerak dibidang ekonomi, dengan modal Rp 1 juta untuk membuat produk deterjen ESPAS, kini ESPAS kewalahan menerima order pesanan barang tersebut. Kondisi ini membuatnya berinisiatif meningkatkan produktivitas kerja dan memperluas jaringan ke seluruh Indonesia.

Farida, seorang ibu yang berhasil memproduksi Abon Ikan Tongkol dan Cake Singkong. Jejak yang sama dilakukan ibu Dewi Susanti dengan produksi bawang goreng Mercon beraneka rasa. Kemudian ibu Romlah juga sukses dengan produksi sambal ikan tongkolnya. Selain itu ada ibu Sugiarto yang juga sukses menjadi koordinator penggerak pelatihan pembuatan deterjen bagi emak-emak di Tambun.

“Mereka-mereka inilah yang menjadi pembuktian bahwa anggota ESPAS mampu bergerak dibidang ekonomi,” ungkap Dewi

Dalam kesempatan tersebut, Mitra ESPAS yang juga dosen di UBK, Setyanto dalam presentasinya menjelaskan, sebagai orang yang peduli terhadap kehidupan bangsa Indonesia, ESPAS berkomitmen memiliki program untuk memberdayakan bangsanya melalui bidang ekonomi yang diawali dengan membangun diri sendiri.

“Kita awali dengan apa yang bisa dikerjakan oleh ibu ESPAS. Kemampuan yang ada di ESPAS sangat sayang jika tidak diberdayakan. Kita geser sedikit ke bidang ekonomi dan manfaatnya adalah silaturahmi tetap terjaga,” tuturnya.

Dalam acara Milad I ESPAS, Ristianto juga memperkenalkan produk gula PS7 produksi pabrik milik Tomy Soeharto. Menurutnya, PS17 merupakan produk gula berkualitas yang memiliki perbandingan tingkat rasanya 1 sendok gula PS17 sebanding dengan 7 sendok gula biasa.

“Dengan tingkat kemanisan yang luar biasa namun tidak memiliki efek samping. Jadi jangan melihat harganya dulu, namun yang terpenting adalah manfaatnya. Dari sisi bisnis, ESPAS juga berencana akan membentuk koperasi,” pungkasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *