Dukung Lutfi Jayadi Kurniawan Jadi Capim KPK, Siti Zuhro : Dia Sosok Pengalaman yang Mumpuni

IMG-20190909-WA0038
JurnalNusantara.com – Komisi III DPR mulai melakukan uji kelayakan terhadap 10 calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang rapat Komisi III, Gedung DPR. Proses pertama, 10 capim KPK diminta untuk membuat makalah terkait dengan pemberantasan korupsi.

Menanggapi hal itu, Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Siti Zuhro memberikan dukungan terhadap salah satu Capim KPK, Lutfi Jayadi Kurniawan. Lutfi merupakan juniornya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Zuhro berharap, pada tahapan fit and proper test di DPR, Lutfi benar-benar menunjukkan kualitasnya sebagai aktivis yang sudah lama berkecimpung di dunia pemberantasan korupsi. Zuhro yakin Lutfi adalah sosok yang memiliki pemahaman serta pengalaman yang mumpuni di bidang pemberantasan korupsi.

“Sebagai alumni, khususnya senior ke juniornya, senior harus memberikan advice. Advicenya antara lain tolong dipersiapkan semua materi, keahlianmu dan sebagainya, sesuai dengan materi-materi yang akan diujikan,” ujar Zuhro saat dihubungi, Senin (9/9/2019).

Zuhro menyadari, dirinya tidak bisa membantu lebih banyak khususnya pada tahapan ujian, mulai dari awal hingga akhir. Namun, ia berharap dukungan moril yang diberikannya dapat menambah semangat bagi Lutfi.

“Kita beri dukungan moril tentunya. Kalau yang bersangkutan memang qualified artinya punya integritas, punya kualifikasi, punya semacam life story, punya rekam jejak yang menunjukkan yang bersangkutan juga punya expertise, punya keahlian di bidang itu, profesionalitas di bidang itu,” tutur Zuhro.

Zuhro memahami, Lutfi adalah seorang aktivis antikorupsi di Malang. Dia berjuang bersama sejumlah aktivis lain di Malang melalui NGO (Non Government Organization) yang dia dirikan, Malang Corruption Watch.

“Kita tidak mengintervensi siapapun, toh kalau saya, meskipun presidium kan juga tidak punya kekuasaan apapun, selain memberikan advice, mendorong dan menyemangati yang bersangkutan supaya lebih percaya diri,” tutur Zuhro.

Zuhro menerangkan, beradasarkan tracking yang dia lakukan terhadap 10 capim KPK yang ada, Lutfi merupakan salah satu capim KPK yang dapat diharapkan. Latar belakangnya, kombinasi antara aktivis dan dosen dinilai pas untuk berada di lembaga antirasuah itu.

“Dia dosen, dia aktivis, jadi kombinasi antara seorang dosen dan aktivis yang dalam hal ini lurus-lurus saja yang dia lakukan. Itu menurut tracking yang kita ketahui selama ini. Jadi kita dorong. Alhamdulillah kalau sampai sudah 10 besar.”

“Mestinya apa yang diharapkan publik itu adalah sosok-sosok yang bersih, bukan sapu yang kotor. Saya ini intelektual, bukan hanya kami, tentu kita pro pada sapu-sapu yang bersih. Kalau sapunya ndak bersih, berat kepemimpinan di KPK,” tandasnya. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *