Gelar PCTA 2019, Rektor Unhan : Generasi Muda Harus Dibekali Pemahaman Karakter Bangsa dan Bela Negara

IMG-20190912-WA0035
JurnalNusantara.com – Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko secara resmi menutup kegiatan Parade Cinta Tanah Air (PCTA) TA.2019.

Kegiatan atau perlombaan yang digelar di Gedung Auditorium Kampus Bela Negara Unhan Sentul ini berlangsung selama dua hari sejak tanggal 11-12 September 2019 dan bertemakan “Bela Negara sebagai Pemersatu Bangsa di Era Teknologi 4.0” di ikuti dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diseluruh Kabuaten Bogor.

Serbi serbi kegiataan Parade Cinta Tanah Air telah diperlombakan seperti kategori Debat Bela Bangsa dan Video Klip antar SMA se- kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam amanatnya, Rektor Unhan menjelaskan bahwa perkembangan lingkungan strategis khususnya dibidang ilmu pengetahuan teknologi IT yang cepat dan menuntut bangsa untuk senantiasa waspada dan mempersiapkan diri dalam menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi dimasa akan datang.

“Ya tentunya dapat mengancam bagi generasi muda serta keutuhan NKRI. Untuk itu, dalam menjaga keutuhan tersebut diantaranya pendidikan, sedangkan teknologi bagian dari sarana untuk mempermudah mendapatkan informasi dalam mendukung pendidikan itu,” jelas Legionosuko dalam amanatnya, Kamis (12/11/2019).

Selain itu, generasi muda sebagai penerus bangsa ini harus dibekali kemampuan dan pemahaman pentingnya karakter bangsa dan bela negara. “Sehingga nanti akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang handal yang dapat membawa bangsa dan negara menuju Indonesia lebih maju dan bermartabat serta bersaing didunia internasional,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris LPPM Unhan Brigjend TNI Dr. Joni widjayanto mengungkapkan tujuan dan maksud dari kegiatan ini agar generasi muda ini kedepannya lebih meningkatkan bela negara dalam rangka mengisi kemerdekaan RI. “Hal itu dibuktikan dengan digelarnya Parade Cinta Tanah Air dalam perlombaan itu. Itu salah satu alternatife untuk para generasi muda,” imbuhnya.

Jenderal bintang satu ini melihat generasi muda sekarang lebih pintar dalam menguasai ilmu tentang bela negara. Mungkin menurut Ia, adanya kemajuan ekektronik dan digital sekarang ini dalam industri revolusi 4.0. “Jadi memungkinan bagi mereka ini saling bertukar pikiran dalam perlombaan yang berusaha untuk menampilkan yang terbaik,” ungkapnya.

“Sehingga tujuan-tujuan seperti itu, para pelajarĀ  lebih mendalami lagi terbukti selain berdebat juga ada hasil dari karya inovatif video klip yang menampilkan sosok video mengenal dalam edukasi bela negara,” tutup Joni.

Untuk diketahui, lomba PCTA 2019 ini diikuti 54 SMA dan SMK maupun yang sederajat di wilayah kota Bogor, Kabupaten Bogor dan kota Depok (wilayah I dan II) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dan untuk pemenang lomba juara I, II dan III peserta lomba Video Klip akan diikutsertakan dalam kompetisi film pendek pada lomba PCTA di Kementerian Pertahanan RI. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *